celotehanku

..dari peri gigi dengan cinta...

Hail to the King Beowulf, Not

Akhirnya, bisa pergi nonton juga setelah dua bulan absen nonton. Seperti biasa, sabtu ini nonton di Braga21. Kenapa braga? Ya karena gak ngantri, tempatnya bagus dan murah. Tapi rupanya karena sepi, pilem-pilemnya jadi dikit deh…

Pilihannya cuma tiga pilem, Medley, Enchanted, dan Beowulf. Dengan Medley tidak jadi ditayangkan karena jumlah penontonnya terlalu sedikit, maka pilihannya jadi tinggal dua..trejjing..trejjing..trejjing ..lalala..

Buat saya pilihannya sih tidak begitu sulit, memilih antara Patrict Dempsey dan Angelina Jolie. Tapi yaa saya kan tidak menonton sendirian..tentu saja kombinasi Jolie dan Anthony Hopkins lah yang menang..jadi pilihan jatuh ke Beowulf…

Hail to the King Beowulf!!
Hail to the King Beowulf!!
Hail to the King Beowulf!!

Kata Mas Wiki, Beowulf sebenarnya adalah kisah seorang pahlawan dari Inggris jaman bahuela, yang penulisnya sampai detik ini belum diketahui namanya. Beowulf (Ray Winstone) menjadi pahlawan karena keberaniannya dan keberhasilannya membantai monster-monster jahat , yaitu monster Grendel, the Mother of Grendel, dan The Dragon. Tapi yaa rupanya, seperkasa-gagah-berani- apapun Beowulf tetap akhirnya tunduk juga dengan seorang perempuan penyihir yang…[sungguh diluar kebiasaan] cantik luar biasa sexy..hehehe…siapa lagi kalau bukan Jolie. Mirip kisah-kisah mistik setantron di sini, Beowulf, membuat perjanjian, yang diawalnya tampak menguntungkan berjuta-juta kali lipat untuk dia. Asalkan Beowulf mau 'membuahi' si penyihir cantik, maka sang penyihir akan menjamin kekuasaan, kekayaan, dan kekuatan yang tiada tandingnya bagi Beowulf..yaaaa..mungkin di situasi seperti ini lelaki mana pun pasti mengiyakan permintaan sang penyihir...iya nggak sih?

Yang saya suka dari film ini, tehnologinya! Bukan karena cerita jadi semakin tampak bagus, melainkan berkat tehnologi ini adegan sadis berdarah-darah yang banyak sekali berseliweran di film ini jadi terlihat sedikit tidak sadis. Yang tidak saya sukai, adalah cerita yang sebenarnya biasa saja, terlalu sederhana dan ending yang biasa saja, walaupun kebaikan akan selalu mengalahkan kejahatan, tapi kejahatan itu sendiri tidak akan pernah mati. Satu lagi, Anthony Hopkins sebagai King Hrotgar, saya merasa di filem ini kharismanya kurang terasa. Beda banget sama filem-filem dia yang lainnya, apakah karena efek animasinya?!

Jadi, ada yang mau nonton Beowulf? Silahkan, lumayan bisa liat Jolie, Hopkins dan Winstone naked. Tapi nggak mau nonton filem ini juga enggak apa apa ko sama sekali nggak rugi, sumpah dee!!

gambar dari sini



Label: ,

baca selengkapnya... Hail to the King Beowulf, Not



Maraton Filem

Liburan Tujubelasagustus-an sepertinya nyaman sekali kalau saya pergunakan untuk maraton nonton filem-filem lama atau filem baru yang belum pernah saya tonton tapi sudah lama bertengger di jejeran rak koleksi dvd saya.

Siap-siap!
Nonton Fileeeeem……
Tiga…dua….
GO!



The Break-up
Vince Vaughn, Jennifer Aniston
Sutradara: Peyton Reed

Filem ini sebenernya sudah pernah saya tonton berbulan-bulan yang lalu, tapi di pagi ini sepertinya ingin sekali memulai hari dengan menonton filem komedi yang romantis. Setelah browsing koleksi filem yang ada, jatuhlah pilihan pada filem ini.

Seperti biasa kisah romedy hampir selalu diawali dengan cerita si lajang mengalami jatuh bangun mencari soulmatenya, nah bedanya filem ini, bagian tersebut dibuat sesingkat mungkin bahkan hanya menghabiskan waktu tidak sampai 5 menit, dua lajang yang satu cantik dan lainnya tampan dan humoris itu sudah memutuskan untuk tinggal seapartemen. Setelah hidup bersama, si cantik Brooke (Aniston) merasa bahwa selama ini Gary, Si tampan (Vaughn) tidak pernah menghargainya sebagai pasangan, dituduh demikian, Gary justru merasa tidak pernah memiliki waktu untuk diri sendiri selama ini. Pertengkaran semakin memanas, dan kurang lebih di menit 15 tersebut, Brooke tidak tahan dan memutuskan hubungan. Masalah selanjutnya adalah perebutan apartemen tentunya. Meskipun masih saling sayang tapi gengsi untuk menunjukkan mereka mulai melancarkan serangan-serangannya masing-masing. Di sinilah komedi dimulai, berbagai usaha membuat pasangan cemburu dan marah seringkali membuat saya menyeringai lebar, walopun ada scene-scene tertentu yang tidak lucu membuat mata saya berkaca-kaca…endingnya? Sedikit berbeda dari tiap filem romedy hollywood biasanya, dan saya setuju sekali dengan endingnya…kalau tidak cucok walopun cinta tetep aja it wont work, rite?!

Gambar diunduh di sini,



Ok, lanjut….

ZODIAC
(Based On True Story)
Mark Ruffalo, Jake Gyllenhaal, Robert Downey JR.
Sutradara: David Fincher

'rasanya seperti filem paling lama yang pernah saya tonton dan yang mengejutkan sama sekali tidak membosankan bahkan boleh dibilang BAGUS! Saya suka!'

Zodiac, seorang pembunuh berantai suatu hari mengirimkan surat pada semua redaksi koran di San Fransisco meminta kisah pembunuhannya dimuat di halaman depan semua koran berikut kode tulisannya. Tentu saja semua orang pada awalnya itu adalah hoax belaka. Namun setelah seorang jurnalis mencari kebenaran berita di setiap daerah yang telah disebutkan oleh Z, pada kenyataannya tiap pembunuhan itu memang benar terjadi.
Berdasarkan pada kisah nyata, filem ini bergulir dengan usaha setiap orang yang terlibat berusaha memecahkan misteri siapakah Zodiac sang pembunuh berantai. Seolah tanpa motif tiap pembunuhan dilakukan dengan sempurna tanpa ada kelemahan sedikit pun di mata penyidik saat itu. Hingga akhirnya jalan penyidikan menjadi buntu. Adalah Greysmith (Gyllenhaal) seorang kartunis di San Fransisco Chronicles yang terobsesi oleh si Zodiac bahkan disaat semua orang menyerah dia memutuskan untuk memecahkan misteri yang tak terpecahkan ini. Hanya bermodalkan dengan ketekunan dan kesabaran dan hobi membaca di perpustakaan serta memecahkan puzzle, Greysmith dengan jalan cerita yang panjang dan melelahkan berhasil menemukan identitas Zodiac, namun sayng sekali bukti -bukti yang ada tidak mencukupi untuk bisa menangkap sang pembunuh. Tidak berhasil menangkap si misteri man, greysmith memutuskan untuk menuliskan hasil penyidikan dalam sebuah buku, yang beberapa tahun kemudian digunakan sebagai tuntunan dalam memecahkan kasus ini. Sampai sekarang semua cerita yang ada menunjukkan pada satu tersangka namun, hingga saat ini kasus ini masih dibuka karena belum didapatkannya bukti-bukti yang lengkap, hingga si tersangka pun meninggal kasus ini masih dibuka. Hmmm..jadi pengen nyari bukunya.

Gambar diunduh di sini,


Masih dengan filem berbau pembunuhan berantai, uuggh I loph this movie genre!!

THR3E
(Based on the best selling novel by Ted Dekker)
Marc Blucas, Justine Waddell, Laura Jordan
Sutradara: Robby Henson

Adik laki-laki seorang detektif perempuan menjadi korban pembunuhan seorang psikopat yang merasa tersinggung dengan isi buku yang ditulis oleh detektif perempuan tsbt. Si psikopat karena ciri khasnya mereka beri nama The Riddle. Beberapa bulan kemudian, muncul laporan dengan modus operandi yang sama, pun sang detektif perempuan beraksi untuk memberantas The Riddle.
Kali ini saya merasa 'tertipu'. Saya pikir ini hanya sebuah filem tentang serial killer biasa dengan alur dan jalan cerita yang bisa. Namun rupanya di ending filem ini sang penulis cerita telah menyiapkan sebuah kejutan yang tidak bisa saya tebak sebelumnya. Namun, andai seseorang pernah memberi clue kalo filem ini mirip dengan cerita filem identity yang diperankan oleh John Cussack, saya rasa saya akan bisa menebak endingnya…

Gambar diunduh di sini,



Ayo ayo! Finish line masih jauh!!

Miss Potter
Renee Zellweger, Ewan McGregor, Emily Watson
Sutradara: Chris Noonan

Filem ini adalah kali keduanya Zellweger bertemu dengan MCGregor, sebelumnya mereka bermain di sebuah filem manis Down With Love (kalo gk salah). Saya pribadi selalu suka pada peran-peran yang telah Renee Zellweger mainkan. Tentu saja favorit saya adalah Briget Jones Diary, tapi juga suka sekali pada perannya di Chicago. Kali ini dengan setting filem yang lebih kuno lagi, sekitar tahun awal abad 19. Renee berperan sebagai Miss Potter, seorang perempuan lajang yang hidup dalam sebuah lingkungan dia anggap kolot. Berusaha untuk menerbitkan gambar kartun dan cerita anak-anak yang selama ini ia tulis, Miss Potter mendatangi sebuah perusahaan penerbitan buku. Berharap buku itu gagal dalam penjualan nanti, sang pemilik perusahaan menugaskan proyek buku Miss Potter pada adiknya Norman (Ewan McGregor) sehingga kegagalan akan memberikan pelajaran pada adiknya itu. Namun tiba-tiba…..zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz…..saya tertidur!
Mimpi indah!!

Gambar diunduh di sini


Label: , ,

baca selengkapnya... Maraton Filem



Bambino

Bambino, sebuah serial drama jepang yang diperankan oleh Matsumoto Jun (Hana Yori Dango) mengisahkan tentang seorang pemuda yang memiliki bakat memasak dan terobsesi untuk menjadi seorang koki handal di sebuah restoran ternama masakan Italia, Baccanale. Sebagai pemuda dari desa yang merasa sudah mengetahui seluk beluk memasak membuat berbagai macam cobaan dan rintangan menghadang kesombongan Bambi, namun berkat semangat dan keteguhan hati Bambi untuk menjadi Koki Hebat satu persatu batu penghalang itu berhasil dia singkirkan..



Matsumoto Koji atau Bambino, karena dia saya memilih untuk menonton dorama ini. Perannya sebagai remaja keras kepala, egois, kekanak-kanakan, dan cuek di Hana Yori Dango membuat saya jatuh hati padanya. Tetapi Bambino tidak akan tamat saya tonton kalau ceritanya tidak semenarik ini. Berbagai aksi memasak bermacam-macam masakan italia ditampilkan. Membuat saya jadi ngiler-ngiler ingin memasak fetucini dengan saus krimnya….hmmm…

Buka-buka buku resep akhirnya dapat juga resep fetucini yang saya inginkan, dan sepertinya rasanya tidak kalah oishi dengan yang ada di Bambino. Mau mencoba?



Bahan:
225g fettucini
300g ikan tuna kalengan (bisa diganti dengan daging asap sapi)
100g buah zaitun (saya ganti dengan jamur kancing)
60g mentega/margarin
2siung bawang putih
90ml krim kental
1sdt basil
100g keju permesan (hmm..yummy!)
1/2 sdt garam
1 sdm peterseli cincang

Cara membuat:
• Rebus fettucini dalam 1 liter air hingga lunak. Angkat dan tiriskan.
• Panaskan mentega/margarin, tumis bawang putih hingga kuning, tuangkan susu cair dan krim kental. Aduk, masukkan basil, masak hingga mendidih.
• Masukkan fettucini, ikan tuna suwir, zaitun iris, keju parmesan dan garam.
• Masak hingga tercampur, angkat. Sajikan hangat.

Voila! Fettucini saus krim pun jadi! Sedikit tips jika tuna diganti dengan daging asap sapi, daging asap ditumis terlebih dahulu. Begitu juga dengan jamur kancing pengganti buah zaitun. Setelah krim dan susu cair dimasukkan dan mendidih baru kemudian fettucini dimasukkan.
Selamat mencoba!!

Hmmm…oishi!!



Label: , ,

baca selengkapnya... Bambino



just pay it forward, please..


Awalnya ketika saya kelas empat SD salah satu Om saya membelikan saya sebuah buku novel anak-anak, yaitu Lima Sekawan. Semenjak itu saya suka baca. Lama-lama semua buku saya baca, dan kemudian jadi suka beli buku. Dan sekarang, jadi kecanduan buku. Mengapa demikian? Karena setiap kali saya menghadapi masalah, buku menjadi pelarian saya. Merasa bosan dan suntuk, saya lari ke toko buku, di sana saya merasa terhibur. Merasa kesal dan ingin nangis habis dimarah-marahi dosen, saya lari ke toko buku, disana semua kekesalan, kesedihan berubah menjadi senyuman ketika saya sudah dikelilingi oleh buku. Yah buku menjadi heroin atas masalah-masalah saya. Tetapi buku menjadi satu benda untuk berbuat satu hal yang mulia? Dengan sangat malu hati, saya belum sejauh itu..

Adalah seorang veteran TNI di jogyakarta, bernama Daozan Farook *saya mengenalnya setelah nonton talk show K!ck Andy* . Bapak ini memiliki sebuah movement MABULIR, Majalah Buku Bergilir. Beliau memiliki banyak sekali buku, mungkin karena ingin berbagi, Beliau setiap hari berkeliling dengan menyewa ojek *sebelumnya berkeliling dengan naik sepeda namun karena usia semakin senja sudah tidak memungkinkan* dan membagikan buku dan majalah, tetapi bukan untuk dimiliki oleh orang yang diberi, melainkan jika sudah selesai dibaca Beliau ingin buku itu dipinjamkan lagi ke orang lain, dan begitu seterusnya. Alasan beliau, beliau ingin kebaikannya dibalaskan kepada orang lain. Sungguh, melihat keadaannya hal tersebut sangat bertolak belakang. Hidup beliau teramat sangat sederhana, dan kalau saya nilai hanya buku-bukulah harta dia yang berlebih, tapi itu pun dengan ikhlasnya dia bagikan ke orang-orang yang membutuhkan dan perlu di catat dengan balasan buku itu setelah selesai dibaca harus dipinjamkan pada orang lain.


Perbuatan mulia Bapak Daozan mengingatkan saya pada Trevor McKinney di film Pay It Forward. Di film ini si kecil yang diperankan oleh Haley Joel Osmend memiliki sebuah proyek MLM yang mulia yaitu jika kita membantu seseorang dan orang yang telah kita bantu ingin membalas kebaikan kita, balaslah kepada orang lain dan mintalah orang tersebut membalasnya pada orang lain lagi, dan seterusnya. Saya pikir itu hanya terjadi di film saja. Tetapi rupanya, seorang Bapak Daozan Farook yang hidupnya sangat sederhana *dan saya? Huh! Jadi malu* telah mempraktekkannya dengan buku sebagai medianya. Di jaman penuh pamrih dalam bentuk korupsi, kolusi dan pungli ini ternyata masih ada seseorang yang berpikir untuk ber Pay It Forward dalam hal kebaikan.

Label: , , , , , , ,

baca selengkapnya... just pay it forward, please..





Hohohoho *ketawa PUASS* gak salah mengandalkan Kapten Jack Sparrow untuk menghilangkan kekecewaan gw terhadap kegagalan Spiderman 3. Kepuasan yg gw dapat kurang lebih sama ketika gw menonton X-Men 3: The Last Man Standing. Pirates of caribbean, at world's end memiliki cerita yang penuh kejutan yang sungguh memikat, dan ditutup dengan ending yang manis, dan apiknya, semua itu dikemas dengan unsur komedi yang pas, tidak kurang dan tidak berlebihan *ugh! I love this movie, I always will*

Melanjutkan kisah sebelumnya, yang berakhir dengan Kapten Jack Sparrow *the one and only Johnny Depp* dan Black Pearl dilahap oleh kraken dan terkurung di Davy Jones' Locker. Kali ini teman-temannya *dengan misi tersembunyi* berusaha untuk menolong si Jack keluar dari Davy Jones' Locker yang berada di ujung dunia *rupanya masih menganut paham the world is flat* dan satu-satunya orang yang bisa menolong mereka adalah Barbossa. Dan tentu, mencari Jack diperlukan sebuah kapal, awak-awaknya dan peta yang bisa menuntun mereka ke sana. Muncullah Kapten Sao feng *Chow Yun-Fat* seorang bajak laut yang memegang peta ajaib tersebut dan kapal yang mereka cari. Terselamatkan oleh motto 'the enemy of my enemy is my friend' dan misi tersembunyi dari Will Turner *Orlando Bloom si spesialis film2 trilogy* akhirnya Will dkk berhasil juga mendapatkan sebuah kapal beserta awaknya dan juga peta ajaib tsbt. Setelah itu petualangan mereka berlanjut semakin seru, semakin menegangkan, semakin lucu dan semakin memukau.


Satu karakter lagi yang paling gw suka selain Kapten Jack Sparrow adalah Kapten Davy Jones *Bill Nighy* kalo diperhatikan baik-baik, karakter ini brilliant, wajahnya seram tapi tindak tanduk dan tingkah lakunya komik bgt! Gak kalah sama Johnny Depp *no JD you're still the best chameleon* tiap kali Jack dan Davy berada dalam satu scene, gw selalu tersenyum geli melihat tingkah mereka berdua. Apalagi duel maut mereka diantara badai Calypso *harus liat sendiri* pokoke kerrenn dijamin gak ngantuk!

Sebenarnya masih pengen cerita lebih banyak ttg POC tapi terlalu byk yang ingin disampaikan sampe2 nggak tahu harus bilang apa, kayanya harus buruan nonton sendiri deh, shg bisa mengerti maksud gw *bukan promosi tapi iklan* yang pasti Gore Verbinski *sutradara* dan Jerry Bruckheimer *produser* berhasil menyajikan suatu hiburan yang gw nilai pantas dikoleksi dvd originalnya.

PS: iya beib, Kapten Teague *bapaknyanya Jack* itu Keith Richards, si gitaris Rolling Stone!

Label: ,

baca selengkapnya... Pirates of the Caribbean: At World's End





"GIES! Buruan ke kotkem™ , Heroes final episode udah dibajak!"

Begitulah, pesan singkat seorang teman sesama pencinta sinetron bule HEROES, yang akhir-akhir ini katanya lagi booming di amrik sono.

Sehari, dua hari gw nggak berkutik tetap ngendon di rumah walo pun rasanya sudah pengen banget terbang seperti Nathan ke kotkem™ atau minta bantuan Hiro untuk menghentikan waktu, barang sedetik gw sudah bisa sampe di kotkem™, kemudian minta bantuan Peter untuk menjadi invisible, biar bisa nyomot dvd apa aja yang gw suka, termasuk Heroes tentunya.

Bukan Nathan, ataupun Hiro tapi lagi-lagi pahlawan tua berwarna abu-abu lah yang mengantarkan gw ke kotkem™. Walo pun kata orang butut™ tapi dia banyak jasanya lho (terimakasih myb105y sayang)!! Sesampainya di kotkem™ langsung saja gw temui si Abang dvd (sudah tiga tahun langganan tapi gak pernah tau namanya, maap ya bang). Tanpa meminta seolah sudah mengerti si abang dvd langsung menyodorkan heroes 1E, episod terakhir di volume satu. Dalam hati, sesampai di rumah, harus langsung gw tonton dan akan kuceritakan pada dunia nasib dari si jagoan kesayangan gw Hiro dan Peter!!

Begitulah, sampai di rumah dengan semangat seperti lagi kebelet pipis, gw cepet-cepet nyalain dvd gw dan langsung masuk ke dalam kota New York kelam di kaca tv, gw tenggelam dalam dunia Hiro dan Peter yang kelam penuh abu abu merah dan hitam. Setiap saat sudut mata mengawasi si monster ganteng Sylar, dan sedikit mengerjap-ngerjap ketika Peter muncul, dan senyum pun sempet di pasang saat Hiro melakukan aksi polosnya.

Tapi maaf, walo pun sudah janji, gw tidak bisa menceritakan ending dari volume satu serial Heroes ini. Untuk yang juga mengikuti, sebaiknya tonton sendiri deh. Tapi satu clue dari gw, tolong jangan berharap banyak. In the end nyawa banyak orang memang harus diselamatkan berapun harganya. Yang jelas, nonton ending sinetron bule ini rasanya seperti di tampar…

Tim Kring kamu kejam!!
Jack Sparrow, tunggu aku!!

Label: , , , ,

baca selengkapnya... Heroes ku sayang, Heroes ku malang



Satu lagi sitcom yang di produksi oleh Warner Bross dengan menggandeng David Crane sebagai penulis cerita namun sitcom ini tidak ditayangkan oleh WB sendiri melainkan oleh CBS. Kali ini Crane tidak lagi ditemani oleh Marta Kauffman pasangan menulisnya di serial Friends dulu, tetapi ditemani oleh Jeffrey Klarik. Baru release tahun 2007 ini The Class (lagi-lagi) sama seperti Friends, menjual cerita sehari-hari pertemanan beberapa karakter yang berbeda. Tetapi kali ini formasinya tidak lagi enam orang, melainkan delapan orang dengan profesi berbeda dan di akhir season berkurang menjadi tujuh orang.

Walau pun banyak persamaan dengan Friends, the Class juga tidak kalah menarik, lucu dan menyegarkan. Membuat kerinduan saya terhadap Friends sedikit terobati. Di sini saya jadi tahu darimana Chandler memperoleh gen sinis dan pesimistiknya. Rupanya Crane lah bibitnya. Okay, enough bout Friends!

The class bercerita tentang persahabatan tujuh orang di tempat yang berbeda walo pun satu kota, tetapi bagaimanapun juga karena mereka semua pernah satu kelas sewaktu kelas tiga SD tanpa sengaja berhubungan dengan satu sama lainnya. Membuat tiga kelompok persahabatan itu mejadi satu kesatuan tanpa mereka sadari. Ada tujuh karakter, sebenarnya delapan tapi satu karakter tersebut lama lama hilang dengan sendirinya. Mereka adalah Ethan Haas seorang dokter anak yang gila olahraga karena patah hati jadi dekat dengan Kate dan Lina Warbler saudara kembar dengan sifat yang bertolak belakang, Nicole 'the girl next door' menikah dengan seorang bintang football terkenal tetapi masih juga memendam perasaan terhadap cinta pertamanya, Duncan seorang kontraktor bertampang agak agak preman tapi berhati lembut yang masih tinggal serumah dengan ibunya dan mau menampung temannya Ritchie Velch seorang pesimistik, sinis, jujur tetapi juga berhati emas dan setia dengan kekasihnya, Lina Warbler, dan satu lagi karakter, seorang gay (lupa namanya) yang baik hati, yeeah, sitkom jaman sekarang kok rasanya kurang lengkap kalo gk ada karakter gay nya, apalagi setelah kesuksesan Will&Grace tentunya.

Saya berharap sekali sitkom ini tidak di 'flushed away' seperti sitcom Joey kemarin. Karena tidak sukses, sitcom ini hanya dibuat satu season saja. Mudah-mudahan akan ada season season The Class yang selanjutnya. Apalagi setelah cukup kehilangan dengan tamatnya dua sitcom kesayangan, Friends dan Will&Grace. Semoga The Class bisa menggantikannya. Well, dengan harapan-harapan tadi saya rasa sudah bisa menjawab bagus tidaknya sitcom ini menurut saya. Tentu sekali The Class akan saya tambahkan dalam daftar tv shows favorit yang saat ini masih tayang, setidaknya daftar itu akan semakin bervariasi setelah CSI dan Dexter yang bergenre gelap dan darah di mana-mana, Heroes yang complex bgt, Gilmore Girls dan Greys Anatomy yang drama sekalki, dan The Class akan menemani Betty di genre komedi. Yay!

Label: ,

baca selengkapnya... The Class: The New 'Friends' in Town



a way back into love

Setelah kesal nonton Spiderman 3 di twentyone, kemudian nonton pilem Music and Lyrics nya Drew Barrimore & Hugh Grant di dvd bajakan. Gw simpulkan budget gede gak selalu diiringi jalan cerita yang bagus. Setiap kali nonton film, sebagai penikmat film dan awam ttg film, tentulah yang gw nilai adalah jalan cerita yang bagus, menghibur, dan bisa meninggalkan 'sesuatu' di diri gw untuk gw ingat. Tapi gw juga menyesuaikan media filmnya dgn genre filmnya. Misalnya film action atau kolosal seperti Lord Of The Rings, The X-Men, Spiderman, Fantastic Four, dll dll, wajib gw tonton di bioskop. Sedangkan film2 drama gw lebih bisa menikmatinya lewat dvd- bajakan yang sudah ori-.

Musics and Lyrics sedikit mengobati rasa kesal gw terhadap dangkalnya cerita spiderman 3, yah, walo pun jalan cerita film -lagi-lagi- komedi romantis ini gak bisa dibilang dalam bgt. Tapi meminjam istilah di film ini kalo dikategorikan dalam jenis makanan, film ini termasuk not a dessert not yet a main course, masih something in between.

Berkisah tentang Alex -Hugh Grant- mantan penyanyi tenar di tahun 80 an yang kini sedang berusaha kembali meraih ketenarannya, yah, walo pun sebenarnya ketenarannya masih tersisa di kalangan wanita hampir paruh baya, namun lagi-lagi karena masalah finansial, itu semua belum dirasa cukup bagi Alex. Sampai suatu ketika kesempatan menuju ketenaran itu datang saat Cora-seorang penyanyi wanita muda tenar cantik seksi -bukan Drew Barrimore- meminta Alex untuk menciptakan sebuah lagu untuk duet dgnnya. Pusing, harus buat lagu bagus, tanpa sengaja Alex menemukan bakat terpendam Sophie si penyiram tanaman di apartment Alex-ini baru Drew Barrimore-meminta Sophie untuk membantunya membuat lirik. Disitulah cinta lokasi terjadi, dan seperti cerita romantis lainnya, cinta lokasi menjadi cinta sepanjang masa.

Gitu aja? Bukan ceritanya yang gw suka di film ini, tapi buat yang suka lagu-lagu pop tahun 80an pasti deh juga suka film ini, lagu-lagunya so eighties bgt dan satu lagu duet Grant dan Barrimore gw suka bgt, sepertinya lagu ini khusus diciptakan untuk film ini. Mungkin karena ikut 'menyaksikan' jalan cerita pembuatan lagu ini, jadi ikut merasakan soul lagunya, judulnya way back into love.

Dan sekarang, gw lagi mendengarkan lagu tersebut -karena ternyata tetangga sebelah punya mp3nya- disini akan gw tulis juga liriknya yaa. Katanya lagi, dalam sebuah lagu melodi itu hanyalah penampilan luarnya bagian 'flirting' aja, tapi lirik adalah jiwa dari lagu, lyric is the soul of a song. Hmm, gw selalu suka model lagu begini, mungkin akan mengingatkan kita akan something stupid-nya Nicole Kidman n Robin William, atau Cruisin' nya Gwyneth Paltrow n Huey Lewis. Ini dia liriknya, liriknya ditulis berdasarkan kemampuan listening gw yaa, kalo ada yang salah mohon maap...


Way Back into Love-Hugh Grant & Drew Barrimore

I've been living with a shadow over head
I've been sleeping with a cloud above my bed
I've been lonely for so long
trap in the past that I just cant seem to move on

I've been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I havent need them again someday
I've been setting a sad time
to clean a little space in the corners of my mind

All I wanna do is find a way back into love
I cant make it through without a way back into love
Oohhh…


I've been watching above the stars refuse to shine
I've been sending but I just don’t see the sign
I know that its out there
Theres got to be something for my soul somewhere

I've been looking for someone to shed some light
Not somebody just to get me through the night
I could use some directions
And I'm open to your suggestion

All I wanna do is find a way back into love
I cant make it through without a way back into love
And if I'm open my heart again,
I guess I'm hoping you'll be there for me
In the end

There are moment where I don’t know what its real
Or its funny about the feel the way I feel
I need insuration not just another negotiation

Label: , , ,

baca selengkapnya... a way back into love



Spiderman 3: Uuuugh...cape dee

{{{(>.<)}}} \(o.o)/ \(^o^)/
Spiderman 3 is a joke! Semua bioskop muter pilem ini. Bahkan di BSM XXI empat studio di booking habis oleh si spidy, begitu pun ciwalk XXI hampir tidak menyisihkan satu studio pun untuk pilem2 lain. Melihat kegawatan seperti ini gw berasumsi pastilah Spiderman 3 sebuah pilem yang hebat jauh lebih hebat dari sekuelnya, spiderman 2, dengan trailer yang di putar di semua televisi menampilkan banyak villain yang kali ini akan dihadapi oleh spidy juga the new cool black spidy's outfit gak bisa ditawar lagi spiderman 3 is da the bomb!

Jadi, kemarin gw putuskan untuk menontonnya, pilih punya pilih studio, gw pilih nonton di braga XXI dengan alasan harga yang jauh lebih murah, tidak begitu ramai dan tidak kalah nyaman dengan tempat lainnya. Jam 10 lewat sampai disana, tidak terlihat antrian sedikit pun, bahkan setelah pilem diputar jumlah penonton tidak melebihi dari 1/4 jumlah seat. Hmm…mungkin mmg braga XXI bukan tempat yang populer untuk menonton, tetapi dengan harga 15rb on the weekend? Sungguh sayang kalo gk byk yg tahu, apalagi bagi movielovers.

Semenit, dua menit, 15 menit, setengah jam, sejam, barulah gw sadari, studio ini sepi bukan karena belum populer tapi karena ceritanya pilemnya yang membosankan. O, c'mon, dengan bujet 1,3 trilyun US dollar pilem ini dibuat hanya untuk membuat gw menguap menunggu nunggu kapan pilem ini selesai? What a waste Raimi! Masih lebih memukau juga spiderman 2, mungkin spiderman 3 laris hanya karena orang2 berharap akan mendapatkan sensasi yang lebih atw at least sama pada saat dia menonton spiderman 2, seperti gw. Sayang sekali, menurut gw spiderman 2 jauh lebih bagus, lebih menegangkan, lebih memuaskan daripada spiderman 3, even ada 3 tokoh baru di dalamnya. Satu2nya moment yang gw anggap bagus adalah disaat goblin junior menjadi insyaf, tetapi walo pun begitu masih bisa ketebak juga sih.

Untuk action dan cerita, spiderman 3 membosankan ketebak, tidak ada hal yang baru, yah kecuali baju hitamnya itu. Musuh2nya pun mengecewakan, the worst villain ever!!
Ah semoga saja pilem yang gw tunggu2 berikutnya tidak ikut2an mengecewakan,

"oh!Kapten Jack Sparrow, please don't disappointed me, savvy?"

Label: ,

baca selengkapnya... Spiderman 3: Uuuugh...cape dee







image from bibi1004.com



a r s i p






c e l o t e h a n m u




s e a r c h





s t i c k y b a n&trade

nostalgia
peri gigi mode on aku cinta obot dan abit
shopaholics
ai loph cats!^^
www.kao-ani.com
i hate bad news



b a n n e r i s m e





Indonesian Bayut Bloggerhood
eXTReMe Tracker



its a rainy day


C U A P - C U A P


thankyou!





"in LIFE, be SIMPLY happy"


| c r e d i t s |

Powered by Blogger& K2 Blogger Templates| edited by giestha | images & emoticons provided by kao-ani.com & hungryforpixel.com & bibi1004.com| 2007 © celotehanku di blogspot

This blog is solely mine. It contains MY photos, thoughts, hopes, dreams, secrets, and fears.


KampungBlog.com-Kumpulan Blog-Blog Indonesia blog-indonesia Google PR™ - Post your Page Rank with MyGooglePageRank.com