Per tanggal 30 Agustus 2007,
BPOM menarik Obat Jadi Nimesulide dari pasar
Daftar Obat Jadi dengan Zat Aktif Nimesulide tersebut adalah sbb;
1. Aulin, PT. Gala Djaya/ Helsin Birex Pharma, Irlandia
2. Nimed, PT. Schering Plough/ Helsin Birex Pharma, Irlandia
3. Flamesin dan Nimesulide, PT. Indofarma
4. Ilusemin, Pt Pharos Tk
5. Nicox dan Nimesulide, PT. Novell Pharmaceutical
6. Nimesulide, PT. Hexpham
7. Nimost, PT. Sanbe Farma
8. Nisilin, PT. Mersifarma Tirmaku
9. Promes, PT Promed Rahardjo
10. Sohoflam, PT. Soho Industri Pharmasi
11. Ximede, PT. Combiphar
::::UPDATE 16-09-2007 | 2:24 PM::::
Nimesulide adalah golongan obat Non Steroidal Anti Inflamations Drug atau NSAID yang diresepkan oleh dokter untuk berbagai kondisi yang memerlukan aktivitas anti inflamasi, analgetika, dan antipiretik. Misalnya nyeri dan peradangan setelah operasi, trauma akut, reumatik, dll.
Pertama kali dipasarkan di Italia pada tahun 1985 dengan nama Aulin, dan kemudian meluas di 50 negara di Dunia. walaupun begitu, karena beberapa efek samping yang berat, obat ini tidak mendapat ijin edar di beberapa negara, yaitu US, Canada, Britain, dan Australia.
Efek samping yang dimaksud adalah liver failure atau hepatotoksik, dan menurut hasil penelitian oleh WHO pada tahun 2001,
Nimesulide memiliki rata-rata efek samping yang tertinggi diantara golongan obat NSAID lainnya
Label: peri gigi mode on
baca selengkapnya... Penarikan Obat Jadi Nimesulide
Seringkali merasa pegal-pegal di rahang saat bangun tidur? Tanpa di sadari tiba-tiba terasa gigi semakin memendek? Atau banyak permukaan kunyah gigi yang aus? Hmm, jangan-jangan itu bruxism…
Apa sih bruxism itu?
Bahasa inggrisnya sih, bruxism itu'where a person holds the teeth firmly together with significant force' atau suatu kebiasaan seseorang untuk menekan-nekan gigi secara bersamaan dengan kekuatan yang lebih besar dari seharusnya, lebih singkatnya sih teeth grinding, clenching, atau menggertakkan gigi.

.::Bruxims dan dampaknya::.
Pada orang tertentu, menggertakkan gigi ini seringkali sudah menjadi kebiasaan yang bisa disadari maupun tidak disadari, bisa pada aktivitas sehari-hari, atau pada saat tidur. Bahkan seringkali kegiatan menggertak-gertakkan gigi pada saat tidur mirip sekali kegiatan menguyah-ngunyah. Dan pemilik hobi mengunyah-ngunyah gigi di saat tidur ini tentu saja tidak menyadari memiliki hobi tersebut. Biasanya sih baru ketahuan kalau sudah ada keluhan atau komplain dari teman tidur.
Kebiasaan ini tentu memiliki dampak pada gigi, karena gigi digunakan lebih berat dari seharusnya. Seperti pisau yang diasah terus menerus selain semakin tajam, tapi semakin lama akan semakin habis terkikis. Begitu pun dengan gigi, karena digunakan sengan tenaga yang berlebihan, maka semakin lama akan semakin aus, semakin memendek bahkan patah. Otot dan sendi rahang jadi pegal-pegal bahkan sakit, gusi jadi terganggu, linu-linu bahkan sampai menyebabkan gigi goyang.

.::Nightguard::.
Tapi, jangan putus asa dulu, efek negatif dari gejala ini bisa dihindari dengan menggunakan sebuah alat yang disebut nightguard. Nightguard adalah sebuah alat lepasan yang menyerupai cetakan negatif permukaan gigi gigi pemakai yang terbuat dari semacam bahan plastis atau akrilik dan digunakan pada salah satu rahang, rahang atas atau bawah.

Nightguard untuk rahang atas sedang dipakai
Alat ini bisa digunakan pada saat tidur, bagi yang mengalami bruxism di saat tidur. Dan bisa digunakan sepanjang hari bagi yang mengalami bruxism pada saat beraktivitas kesehariannya, dan bisa dilepas pada saat makan. Alat tersebut didesain untuk menghilang kebiasaan menggertakkan gigi sedikit demi sedikit sampai kebiasaan tersebut hilang, dan penderita bebas dari bruxism. Lama pemakaian bisa berbeda-beda sesuai dengan kasus per individu.
Punya kebiasaan menggertakkan gigi? cepat-cepat diatasi yaa...
*peri gigi mode off*
Apa sih bruxism itu?
Bahasa inggrisnya sih, bruxism itu

Pada orang tertentu, menggertakkan gigi ini seringkali sudah menjadi kebiasaan yang bisa disadari maupun tidak disadari, bisa pada aktivitas sehari-hari, atau pada saat tidur. Bahkan seringkali kegiatan menggertak-gertakkan gigi pada saat tidur mirip sekali kegiatan menguyah-ngunyah. Dan pemilik hobi mengunyah-ngunyah gigi di saat tidur ini tentu saja tidak menyadari memiliki hobi tersebut. Biasanya sih baru ketahuan kalau sudah ada keluhan atau komplain dari teman tidur.
Kebiasaan ini tentu memiliki dampak pada gigi, karena gigi digunakan lebih berat dari seharusnya. Seperti pisau yang diasah terus menerus selain semakin tajam, tapi semakin lama akan semakin habis terkikis. Begitu pun dengan gigi, karena digunakan sengan tenaga yang berlebihan, maka semakin lama akan semakin aus, semakin memendek bahkan patah. Otot dan sendi rahang jadi pegal-pegal bahkan sakit, gusi jadi terganggu, linu-linu bahkan sampai menyebabkan gigi goyang.

Tapi, jangan putus asa dulu, efek negatif dari gejala ini bisa dihindari dengan menggunakan sebuah alat yang disebut nightguard. Nightguard adalah sebuah alat lepasan yang menyerupai cetakan negatif permukaan gigi gigi pemakai yang terbuat dari semacam bahan plastis atau akrilik dan digunakan pada salah satu rahang, rahang atas atau bawah.

Alat ini bisa digunakan pada saat tidur, bagi yang mengalami bruxism di saat tidur. Dan bisa digunakan sepanjang hari bagi yang mengalami bruxism pada saat beraktivitas kesehariannya, dan bisa dilepas pada saat makan. Alat tersebut didesain untuk menghilang kebiasaan menggertakkan gigi sedikit demi sedikit sampai kebiasaan tersebut hilang, dan penderita bebas dari bruxism. Lama pemakaian bisa berbeda-beda sesuai dengan kasus per individu.
Punya kebiasaan menggertakkan gigi? cepat-cepat diatasi yaa...
*peri gigi mode off*
Label: peri gigi mode on
baca selengkapnya... Menggertak habis Bruxism
Pagi ini setelah selesai menyikat gigi, kok rasanya masih kurang bersih, nggak licin, sepertinya nggak berasa se-cling piring-piring yang bersih habis dicuci ama sabun cair, dan kalo ada lalat nempel nggak akan terpeleset. Setelah dua kali disikat baru deh bersih. Rupanya sikat gigiku sudah mulai keriting, padahal baru sebulan beli, warna berkas bulu birunya pun semakin memudar ujungnya. Wah, ini pertanda kalo sikat gigi ini harus cepet2 diganti.Sikat gigi memang harus rutin diganti, jangan sampai menunggu berkas bulunya keriting baru kita ganti, atau menunggu waktu yang dianjurkan (biasanya 3 bulan) baru diganti. asalkan sudah terasa tidak nyaman dan tidak sebersih di awal membeli, sebaiknya diganti saja. Karena kalo tidak, sikat gigi yang baik hati bisa berubah menjadi jahat terhadap gigi dan gusi kita. Bukannya merawat malah merusak. Nah, karena sikat gigiku udah berubah jadi jahat, ikut yuuk belanja sikat gigi…
Jaman dulu seingatku sikat gigi cuma satu macam bentuknya. Hampir semua kepala sikatnya berbentuk kotak lebar dan berkas bulu sikatnya rata dengan gagang yang lurus, dan ukuran sikatnya besar-besar kecuali sikat gigi untuk anak. Sedangkan berkas bulunya hampir sama, keras semua. Sekarang? walah, segala macam bentuk sikat gigi ada. Mau yang gagangnya satu sudut, sampe tiga sudut pun ada, malah yang terbaru modelnya kaya pisau lipat. Itu baru gagangnya , belum bentuk kepala sikatnya, dari yang bentuknya kotak sampai oval, bundar dan jajarangenjang juga ada. Kekerasan berkas bulu nya juga bermacam-macam, ada yang soft, medium, soft-medium, sampai hard. Permukaan berkas bulunya juga ada yang rata, ada naik turun, ada yang silang ada juga yang keriting (ini sih sikat gigi bekas). Bahkan pada sikat gigi merk tertentu juga disertai ukuran (bukan sepatu saja yang pake ukuran). Dari berbagai macam bentuk sikat gigi yang ada di pasaran ini sebenernya mana sih yang baik? Yang mana sih yang nggak jahat sama gigi terutama gusi?
1. Cari yang ukuran kepala sikatnya nyaman dan sesuai dengan besarnya rongga mulut, jangan yang terlalu besar karena akan sulit menjangkau sela-sela mulut yang sempit, jangan juga terlalu kecil karena akan kurang efektif.
2. Kekerasan sikat gigi dianjurkan yang medium saja, walo pun yang hard akan lebih kuat daya bersihnya tetapi berkas bulu hard kurang bersahabat terhadap kesehatan gusi. Sedangkan yang soft, walaupun bersahabat baik dengan gusi namun daya bersihnya kurang, kecuali gusi anda sensitif sebaiknya gunakan yang medium saja.
3. Bentuk gagang sikat gigi sesuai kenyamanan pemakai, walaupun pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa gagang sikat gigi yang bersudut lebih efektif untuk membersihkan sisa-sisa makanan di dalam gigi. Tetapi bentuk yang manapun sama baiknya jika disertai dengan cara sikat gigi yang baik dan benar.
4. Bagaimana dengan bentuk kepala sikat? Ada yang kotak, oval, permukaan rata dan tidak. Kotak atau oval sama seperti poin tiga asalkan cukup ramping. Sedangkan permukaan bulu sikat sebaiknya pilih yang permukaannya rata saja, karena akan lebih merata dalam menyapu bersih sisa-sisa makanan.
5. Jangan lupa walaupun mengganti sikat gigi dianjurkan paling lama 3 bulan sekali, tetapi sebaiknya sebulan sekali.
Jadi bagaimana? Sudah menemukan sikat gigi idaman? Mudahkan? tidak sesulit mencari jodoh bukan?
Label: jurnal, peri gigi mode on, tips n triks
baca selengkapnya... Beli Sikat Gigi
Jumat, 14 September 2007 6:18 PM|








